Showing posts with label astrologi. Show all posts
Showing posts with label astrologi. Show all posts

Thursday, July 23, 2009

Menjejak UFO dengan Kemampuan Terbatas

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menjejak UFO. Mulai dengan cara amatiran hingga penanganan serius dengan fasilitas canggih nan rahasia milik Dephan AS di Groom Lake, Las Vegas. Namun bukan kejelasan yang didapat. Yang didapat justru teori-teori aneh.

Cerita tentang kehadiran dan penampakan makhluk-makhluk pendek bermata besar dengan kendaraan ruang angkasanya yang bisa melesat cepat ini rupanya tak pernah berhenti. Kehadirannya telah dilaporkan sejak ribuan tahun lalu dan kini masih saja berlangsung. Ribuan saksi telah berkisah, namun hingga kini tetap tak ada kejelas an tentang asal-usulnya.

Dalam kali ini tidak mengurai perihal penampakannya, melainkan tentang upaya sekelompok ilmuwan yang berusaha memecahkan teka-teki penjelajahan menembus waktunya. Dalam hal ini, salah satu pihak yang memiliki keinginan dan niat yang begitu kuat melakukannya adalah Departemen Pertahanan AS. Meski telah berkali-kali disangkal, banyak bocoran bukti dan keterangan saksi kunci yang mengarahkan para pemerhati UFO bahwa upaya ini telah digalang sejak lama. Persisnya sejak Angkatan Darat-Udara AS (USAAF) mengakuisisi reruntukan piring terbang yang kedapatan jatuh di Roswell, New Mexico, pada 1947.

Mungkin pembaca yang budiman pernah menyaksikan betapa dahsyatnya isi sebuah hanggar di Groom Lake, AS, yang dikenal sebagai Area 51, dalam film layar lebar The Independence Day. Di sini kita bisa menyaksikan jajaran makhluk asing bersosok aneh yang berhasil diamankan dan sebuah piring terbang yang sedang diteliti ketat. Katakan saja ini bukan rekaan Hollywood, pemirsanya pasti memiliki persepsi yang sama terhadap keberadaan Area 51 yang terletak di kawasan pangkalan militer AS yang kerap digunakan sebagai tempat uji pesawat-pesawat yang dibiayai dengan black-budget itu. Apapun benda-benda yang ada di dalamnya, Area 51 kerap disebut-sebut sebagai fasilitas penelitian tercanggih untuk segala material yang berkaitan dengan UFO.

Popularitas dan kontroversi Area 51 sendiri mencuat untuk pertama kalinya setelah Bob Lazar pada 1989 mengklaim tempat ini dalam siaran di TV Las Vegas sebagai tempat untuk membedah makhluk dan pesawat ruang angkasa yang ‘tertinggal’ di Bumi. Namun, kini jangan sekali-kali kita berusaha mengintipnya. Pasalnya, seperti juga pangkalan militer rahasia AS di Tonopah, China Lake, dan White Sand, gerak-gerik penyusup telah dapat dijejak dari radius 60 mil. Pangkalan-pangkalan ini telah mendapat penjagaan ketat didukung ribuan kamera dan sensor yang terhubung langsung dengan satelit pemantau Comintelsat. Artinya, jika mencoba menyusup ke sana, wajah dan postur Anda diam-diam sudah bisa ‘dinikmati’ ratusan petugas keamanan yang rata-rata berlencana CIA (Dinas Intelejen AS) di Washington.

Namun kini, katakan bahwa yang mereka teliti itu benar perlengkapan UFO, setelah sekitar 50 tahun berlalu, timbul juga satu pertanyaan yang cukup meng usik. Yakni, “Sudah berhasilkah militer AS menguak rahasia paling tidak mesin dari pesawat ruang angkasa tersebut?” Persisnya, mengenai keunggulan teknis yang mampu membuat pesawat-pesawat itu melesat bak cahaya, pindah alam semesta, berhenti tiba-tiba di udara, melakukan gerakan zig-zag yang susah ditiru pesawat tempur tercanggih manapun, dan yang terakhir: keunggulan sistem jamming-nya yang mampu melebihi peralatan listrik di Bumi.

Kalaupun berhasil, Departemen Pertahanan AS tentu saja tak akan mempublikasikannya. Penemuannya pastilah hanya akan dibuka untuk kalangan terbatas. Tetapi bagi Anda yang ingin mengikuti perkembangannya, apa yang diketengahkan Kenneth Behrendt, konsultan teknik dan ahli kimia Amerika, berikut ini nampaknya cukup menarik untuk diikuti. Pandangannya cukup unik karena menentang pendapat umum. Behrendt melacaknya dari tiga piranti inti yang diduga menjadi bagian utama dari pesawat-pesawat alien itu.
Alam semesta paralel

Apapun itu, perihal UFO memang masih fenomenal, dalam arti paling tidak hampir semua bukti dan kesaksian tentang keberadaannya masih di luar batas nalar. Menurut Behrendt, kunci utamanya justru tidak terletak pada bagaimana pesawat-pesawat itu bisa menjelajah bintang dengan cepat. Melainkan, terletak pada piranti peredam gaya gravitasi (AMF, anti-mass field), sistem pembangkit tenaga geraknya, dan peralatan khusus yang memungkinkan mereka bisa berpindah (bukan menjelajah) alam semesta dengan cepat. Sorotan pada tiga bagian ini me ngalahkan bagian-bagian eksotik lainnya seperti bentuk aerodi namik yang khas, jenis material, dan sistem propulsinya.

“Dari sistem pembangkit tenaga geraknya itu, yang paling saya kagumi adalah efeknya yang mampu mengionisasi atmosfer di keliling pesawat. Sistem tenaga geraknya ini pula yang kemungkinan menciptakan medan gaya yang hampir selalu membuat padam peralatan listrik dan sejumlah mesin buatan manusia lainnya yang ada dalam jangkauannya,” tutur Behrendt.

Pada tahun 1950-an, industri kedirgantaraan Kanada, A.V.Roe Company, pembuat interseptor Avro Arrow yang canggih itu, pernah mencoba menduplikasi piring terbang untuk kepen tingan militer dan jadi. Piring terbang yang sempat terlihat dalam film dokumenter mereka ini dilaporkan mampu terbang dan melaju hingga 600 mil/jam, namun beberapa tahun kemudian proyeknya dihentikan karena tak satupun pihak berminat terhadapnya. Proyeknya kemudian disadur AS, namun juga kandas setelah akhirnya disadari bahwa tak ada mesin buatan manusia yang mampu membawanya ke arah manuver-manuver aneh yang biasa dilakukan piring terbang yang asli.

Itulah sebabnya, kini hampir semua penelitinya mengakui, bahwa letak keunggulan dari sistem pembangkit tenaga geraknya adalah pada kemampuannya membawa si pesawat dalam bermanuver. Dan, tidak pada kemampuannya mengantar si pesawat menjelajah ruang angkasa dengan begitu cepat.

Menurut Behrendt, kita tak perlu lagi menaruh perhatian yang begitu mendalam pada tingkat kecepatannya, karena sejauh yang bisa dipahami lewat berbagai teori fisika moderen, kehadiran makhluk-makhluk asing itu nampaknya mustahil terlaksana jika harus menggantungkan diri pada pesawat yang memiliki kemampuan jelajah yang cepat. Pasalnya, dengan mesin secepat apapun, bahkan dari versi yang belum berhasil dirancang sekalipun, perjalanan dari alam semesta terdekat, yakni Alpha Centauri yang berjarak empat tahun cahaya, bisa dipastikan tak akan pernah obyektif karena untuk mencapai bumi paling-tidak diperlukan waktu hingga 80.000 tahun. Dengan waktu selama ini, boleh jadi tujuan perjalanan yang sesungguhnya justru akan terlupakan di tengah jalan. Perjalanan pun kian tak berarah mengingat dalam kecepatan cahaya tak ada satu pun gelombang radio yang bisa digunakan untuk mengantar pesan dan komando taktis dari pangkalannya.

“Untuk itu, perihal terbang dengan kecepatan cahaya atau yang lebih tinggi lagi, sepertinya memang hanya akan ada dalam film-film layar lebar,” komentar seorang ilmuwan. “Di lain pihak, kami sendiri kini hampir yakin bahwa sepertinya tak ada cara lain bagi mereka untuk mengunjungi bumi selain dengan cara pindah dimensi yang hingga kini masih terus ditelusuri kemung kinannya. Hal ini diperkuat dengan hasil pantauan wahana tanpa awak Voyager yang tak pernah sekalipun menemukan jejak kehidupan selama melakukan perjalanan antar planet,” sambung Berhendt.

Berkaitan dengan teori tersebut, diketahui ada beberapa kemungkinan yang kira-kira bisa dimanfaatkan para penjelajah alam semesta itu. Di antaranya, yang paling populer adalah dengan memanfaatkan gerbang bintang (stargates) yang konon memiliki korelasi dengan keberadaan lubang hitam (black hole) di sejumlah titik dalam tata surya kita. Kerap hilangnya pesawat terbang dan kapal yang sedang melintasi Segitiga Bermuda di selatan AS kabarnya juga berkaitan dengan adanya gerbang ajaib di sana yang bisa mengantarnya ke alam semesta lain yang ada di sekitar situ. Istilahnya adalah alam semesta paralel.

Percaya atau tidak, beberapa tahun setelah Perang Dunia II usai, sekelompok ilmuwan AS pernah begitu terobsesi deng an kemungkinan menjelajah alam semesta paralel tersebut dan melakukan eksperimen berbahaya di sebuah kapal AL AS di wilayah Norfolk. Dalam proyek yang dikenal sebagai ‘Philadelphia Experiment’ ini sejumlah sukarelawan angkatan laut dilaporkan mengalami luka serius akibat sekujur tubuhnya terbakar, sejumlah lagi menderita sakit jiwa, dan uniknya: sejumlah lainnya menghilang begitu saja setelah berjalan menembus dinding. Ajaib!

Berkenaan dengan raibnya personel itu, hingga kini tak satupun ilmuwan yang terlibat bisa menjawabnya. Apakah benar mereka pindah alam semesta? Kalau memang benar, lalu apakah mereka bisa kembali lagi? Dengan kemampuan yang masih terbatas, segalanya memang seakan hanya terbentur-bentur dinding yang begitu besar.•

(Sumber : Angkasa.com)*

link : http://www.indocina.net/menjejak-ufo-dengan-kemampuan-terbatas-t38329.html

Sunday, July 12, 2009

10 Galaksi Paling Menakjubkan

1. THE SOMBRERO GALAXY
Spoiler for gambar 1:

menurut gw mirip piring terbang daripada mirip topi sombrero


2. BLACK EYE GALAXY
Spoiler for gambar 2:


3. 2MASX J00482185-2507365 OCCULTING PAIR
Spoiler for gambar 3:

ada yg bisa menjelaskan kenapa disebut "occult kembar"..??


4. THE WHIRLPOOL GALAXY
Spoiler for gambar 4:


5. GRAND SPIRAL GALAXY
Spoiler for gambar 5:


6. SUPERNOVA 1987A
Spoiler for gambar 6:

ini yg paling keren menurut gw ^^


7. GALAXY NGC 1512
Spoiler for gambar 7:

mungkin ini galaksi tempat planet Krypton berada, soalnya warnanya ijo seh ^^


8. GALAXY NGC 3370
Spoiler for gambar 8:


9. M81
Spoiler for gambar 9:


10. HOAG’S OBJECT
Spoiler for gambar 10:

ini juga keren kayak cincin bentuknya
link : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2166249

Sunday, May 10, 2009

Matahari dan Bulan Barengan

Benarkah bulan dan Matahari tidakpernah dan tidak akan pernah bertemu? Sebagaian besar, bahkan mungkin 99% akan menjawab bahwa hal tersebut tidak mungkin pernah bertemu. Saya sendiri pun tidak pernah menyaksikannya dan mungkin anda pun tidak pernah menyaksikannya.

Dalam foto panorama langit bumi diatas yang diambil pada hari Kamis tanggal 13 November 2008, bulan penuh menampakkan dirinya diatas garis cakrawala sebelah kiri. Tentu saja, Bulan penuh itu terbit tepat ketika Matahari terbenam. Matahari Kamis yang terbenam dan memeasuki garis cakrawala sebelah kanan. Diantara kedua penghias utama langit tersebut, 17 foto digital diambil dengan ketepatan yang luar biasa dan dipadukan satu dengan lainnya, menghasilkan pemandangan indah dari langit selatan kota Lisbon, Portugal. Dapat dilihat pada gambar tersebut adalah jembatan terpanjang di Eropa, jembatan Vasco da Gama. Titik pengambilan foto yang kuar biasa tersebut terletak pada ketinggian 31 meter, di Monumen Cristo Rei.

Dibawah adalah spoiler tuk gambar bulan yang terletak jauh di kiri dan matahari terbenam di kanan.

Spoiler for Gambar:

link : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1674743

Earth - Past, Present, Future

Pernahkah anda memandang kearah langit luas dimalam hari? Pernahkah anda membayangkan bahwa anda lahir ketika planet bumi lahir dan anda akan terus hidup sampai di penghujung waktu? Apa kira-kira perubahan yang akan terjadi pada langit malam yang kita lihat?

Manusia telah begitu lama bergulat dengan berbagai misteri yang mereka temukan. Salah satu misteri yang paling sering menjadi pertanyaan adalah: Bagaimanakah bumi ini dahulu dan akan seperti apakah bumi ini nanti?

Sampai saat ini ilmuan telah mengumpulkan -- dan masih mengumpulkan -- berbagai data yang akan membawa mereka menuju petunjuk akan masa lalu dan masa depan planet bumi. Teori yang didapatkan pun begitu banyak dan beragam. Tetapi dari semua teori tersebut ada beberapa kesamaan yang dapat diambil sebagai kesimpulan yang paling mendekati kebenaran sampai saat ini. Kesimpulan itu seperti ini:
Spoiler for Kesimpulan itu seperti ini::

Spoiler for Embrio Bumi 4,5 Miliar Tahun Yang Lalu:


Langit diatas embrio Bumi masih merupakan kumpulan debu kosmik, bebatuan
dan berbagai jenis gas yang juga membentuk tatasurya kita.
Matahari yang saat itu juga masih berupa embrio mendorong debu
dan bebatuan kesegala arah, termasuk ke bumi kita.
Komet-komet pertama, menyebar dan mulai bergerak menjelajahi tatasurya.

Spoiler for Masa Awal Bumi 4,5 - 4 Miliar Tahun Yang Lalu:


Bulan baru terbentuk dan nampak begitu besar di langit malam.
Tidak pada orbit yang sekarang, bulan beredar begitu dekat dengn bumi
sehingga bulan saat itu nampak jauh lebih besar dari pada bulan yang kita lihat hari ini.
Letusan gunung dan aktivitas magma nampak di berbagai penjuru planet bumi.
Komet-komet, meteor-meteor, dan asteroid-asteroid yang kaya akan zat utama pembentuk air,
menubruk bumi dan menghantarkan palnet ini sejumlah besar air yang membeku.

Spoiler for Bumi dan Lautannya 3,5 - 4 Miliar Tahun Yang Lalu:


Comet dan benda-benda langit yang membawa persediaan air beku
dalam jumlah banyak terus menerus menghantam bumi dan membentuk lautan pertama.
Orbit bulan semakin menjauh dari Bumi.
Sebagian besar debu kosmik dari pembentukan tatasurya
menghilang secara bertahap.

Spoiler for Langit Malam Bumi 2009:


Di garis pantai, ketika sinar bulan tidak begitu terang dan langit pun cerah dengan sedikit awan,
kita bisa menyaksikan piringan galaksi Bima Sakti yang menyebar terentang disepanjang langit malam.
Beberapa galaksai terdekat seperti Andromeda beserta awan Magelan-nya
bahkan dapat kita lihat dengan mata telanjang.

Spoiler for Bumi Yang Mendidih 600 Juta tahun Yang Akan Datang:


Matahari menjadi begitu panas dan sanggup membuat laut mendidih.
Mendidih dan kemudian menguap sampai habis.
Saat itu, bumi dipenuhi oleh kepulan asap yang merupakan
kumpulan uap pekat dari air laut yang mendidih dan bergolak.
Dan ketika semua air di dunia ini mendidih dan menguap,
Bumi saat itu adalah Venus saat ini.
Awan tebal luar biasa dan efek rumah kaca yang tak terbayangkan
memenuhi langit bumi.

Spoiler for Bumi Yang Kosong 4,5 Miliar Tahun Yang Akan Datang:


Lautan menghilang dari muka bumi.
Matahari merah raksasa menciptakan malam hari yang terang benderang.
Manusia telah hilang dari planet ini. Tapi jika masih ada seseorang yang bertahan disini,
ia akan melihat matahari merah berkilau memenuhi angkasa bersamaan
dengan peningkatan panas yang diakibatkan oleh atmosfer yang begitu tipis.

Spoiler for Penampakan Andromeda 5 Miliar Tahun Yang Akan Datang:


Galaksi tetangga yang terdekat dengan galaksi kita, Andromeda,
bergerak mendekati kita dan memenuhi langit malam.
Bersatunya galaksi Andromeda dan Galaksi kita (Bima Sakti)
merupakan penyebab utama matinya planet bumi.
Hal ini dengan asumsi bahwa planet bumi tidak hancur berkeping-keping
walaupun penggabungan dua galaksi ini membuat planet Bumi terlempar jauh menyeberangi pusat galaksi.
Menyeramkan memang...!
Tapi seandainya masih ada seorang manusia yang menyaksikan semua ini.
Pemandangan yang dilihatnya akan sangat spektakuler.

Spoiler for Super Galaksi 100 miliar Tahun Yang akan Datang:


Penerus galaksi Bima Sakti adalah sebuah galaksi super besar yang disebut dengan
Super Galaksi dengan bentuk seperti sebuah bola besar bercahaya.
Bumi (jika masih ada) melayang dengan begitu rapuh
dengan pegunungan dan lembah yang terkikis bagaikan debu tertiup angin.
Galaksi-galaksi lainnya bergerak menjauh dari galaksi kita
dengan kecepatan yang lebih cepat dari kecepatan cahaya.
Galaksi-galaksi menjauh dan menghilang dari pandangan mata.

Spoiler for Menghilangnya Cahaya 100 Triliun (100.000.000.000.000) Tahun Yang Akan Datang:


Bintang terakhir terbakar habis.
Sumber cahaya telah padam.
Sinar yang terpancar, baik yang mengembara di alam semesta
maupun yang terperangkap di Black Hole pun turut padam.
Galaksi meluluh kedalam Black Hole.
Keadaan bumi (jika masih ada) menjadi hitam,
meluluh dan membentuk dataran yang halus bagaikan bola kaca.
Cahaya yang semula menjadi titik awal peradaban alam semesta telah padam
seiring dengan memadamnya kehidupan alam semesta.

Spoiler for dan setelah itu...:
semua hukum fisika yang pernah dipelajari manusia tidak lagi berlaku.


link : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1679161

Teleskop Pemburu Planet Rekam 4,5 Juta Bintang

Salah satu foto pertama yang dikirim Teleskop Ruang Angkasa Kepler ke Bumi.

Salah satu foto menggambarkan kawasan yang mengandung 4,5 juta bintang. Lebih dari 100.000 di antaranya diperkirakan dikelilingi planet.

"Kami berharap dapat menemukan ratusan planet yang mengelilingi bintang-bintang tersebut, dan untuk pertama kalinya, kita bisa melihat planet-planet seukuran Bumi yang mengelilingi bintang serupa Matahari," kata William Borucki, ilmuwan dari Pusat Riset Ames milik NASA di Moffett Field, California.

Selama 3,5 tahun ke depan Kepler hanya bertugas menyeleksi sasaran yang potensial. Teleskop tersebut akan mengamati langit terus-menerus dan melihat kemungkinan terjadinya kedipan di setiap bintang yang biasa terjadi karena planet melintas di depannya. Kamera 95 megapiksel yang dibawanya dapat mendeteksi perubahan cahaya bintang sangat kecil dari 20 bagian permil.

"Semua hal tentang Kepler sudah dioptimalisasikan untuk menemukan planet seukuran Bumi," ujar James Franson, manajer proyek Kepler di Laboratorium Propulsi Jet, Pasadena, California. Ia mengatakan pemotretan akan dilakukan secara bertahap sampai bisa ditentukan bahwa di suatu bintang terdapat planet yang mirip Bumi.


WAH
Sumber : NASA

link : http://sains.kompas.com/read/xml/2009/04/19/19591967/teleskop.pemburu.planet.rekam.45.juta.bintang

Gelembung Langit Misterius Berusia 12,9 Miliar Tahun

Objek antariksa yang diberi nama Himiko seperti gelembung raksasa karena berupa gas yang ukurannya 40 kali Matahari. Umurnya sangat tua sekitar 12,9 miliar tahun.

Kamis, 30 April 2009 | 21:35 WIB

KOMPAS.com — Sebuah obyek misterius terekam nun jauh di luar angkasa. Para astronom menyebutnya sebagai gelembung primordial yang diberi nama Himiko, diambil dari nama ratu Kerajaan Jepang kuno yang juga sama misteriusnya.

Disebut demikian karena obyek raksasa tersebut terbentuk tak lama setelah alam semesta terbentuk yang diawali dengan Ledakan Besar (Big Bang). Ukurannya sangat besar, berupa gas yang massanya 40 miliar kali massa matahari dan berdiameter setengah kali Galaksi Bima Sakti.

Usianya pun sangat tua sekitar 12,9 miliar tahun cahaya (tahun cahaya setara dengan 9,5 triliun kilometer). Struktur Himiko yang belum terungkap bisa memberi gambaran awal pembentukan galaksi saat alam semesta masih sangat muda dan baru berusia sekitar 800 juta tahun.

"Saya belum pernah mendengar obyek sejenis lainnya yang terbentuk pada jarak sejauh ini," ujar Masami Ouchi, peneliti dari Carnegie Institution, California, AS. Obyek tersebut mungkin mirip gelembung Lyman-Alpha yang terbentuk antara 2-3 miliar tahun.

Himiko terbentuk di akhir epos reionisasi yang berlangsung antara 200 juta dan satu miliar tahun sejak Big Bang. Saat itu, alam semesta baru saja lahir dan baru membentuk bintang-bintang dan galaksi.

Bentuknya yang seperti gelembung mungkin berupa gas terionisasi yang mengelilingi lubang hitam raksasa supermasif atau kumpulan gas dingin. Namun, bisa jadi Himiko merupakan hasil tabrakan dua galaksi muda yang menyatu, galaksi tunggal raksasa, atau lokasi pembentukan bintang yang sangat aktif.

Himiko pertama kali terekam menggunakan teleskop Subaru di Hawaii tahun 2007. Ouchi dan timnya kemudian melakukan pengamatan lebih seksama menggunakan instrumen spektrografi Keck/DEIMOS dan Magellan/IMACS. Dari pengamatan tersebut, terdeteksi kandungan hidrogen terionisasi, jarak, dan umur obyek misterius tersebut.

"Kami berencana melakukan pengamatan inframerah dengan teleskop ruang angkasa Hubble untuk memastikan, apakah ada ciri-ciri penggabungan obyek-obyek atau tidak," ujar Ouchi. Namun, hal tersebut baru dapat dilakukan seusai Hubble diperbaiki dalam misi penerbangan pesawat ulang alik Atlantis yang dijadwalkan bulan depan.


WAH
Sumber : SPACE.COM


link : http://sains.kompas.com/read/xml/2009/04/30/21353575/gelembung.langit.misterius.berusia.129.miliar.tahun

Monday, March 9, 2009

Permata Terbesar di Alam Semesta


Source: Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics / Travis Metcalfe, Ruth Bazinet
Constellation: Centaurus
Distance: 54 light-years
Spectral class: DA6
Visual magnitude: 13.96
Luminosity: 0.0006 * Sun
Diameter: 0.0029 * Sun
Radial velocity: -12 km/sec
Quote:
Bintang ini adalah sebuah batu permata terbesar di alam semesta : diamater 4.000 km, dikenal dengan nama “BPM 37093”. Bintang ini merupakan batu permata terbesar di alam semesta yang diketahui saat ini : diameter 4.000 km, dan beratnya setara dengan 10 dipangkatkan 34 karat.
“BPM 37093” terletak di Centaurus, jaraknya dari bumi sekitar 50 tahun cahaya, ia adalah sebuah bintang cebol putih, hasil dari bintang tetap kecil yang menuju ke masa akhir evolusi, dan intinya adalah karbonkristal (batu permata) yang berdensitas eksra tinggi, bagian luar diselimuti dengan lapisan hidrogen dan helium. Sehari menjelang Hari Valentine pada 2 tahun silam, ilmuwan asal Amerika Serikat Micter Kaerf, Monger Marry dari Universitas Combridge, Inggris, dan ilmuwan asal Brasil yakni Kannan mengumumkan bahwa mereka telah menemukan bintang “BPM 37093”, ketika itu Micter dengan nada canda mengatakan : “Meskipun harta kekayaan Sang Raja Komputer Bill Gates plus harta Donald Trump digabung juga tidak akan sanggup membelinya.”

Selama 40 tahun ini, astronom selalu beranggapan bahwa inti bintang cebol putih akan mengkristalisasi seiring dengan turunnya suhu, namun bukti yang akurat semuanya sulit diamati. Micter menghitung intinya memang sudah mengkristal melalui getaran pulsasi “BPM 37093”-nya bintang cebol putih. 5 miliar tahun kemudian, matahari kita juga akan berubah menjadi sebuah bintang cebol putih, dan ditambah lagi dengan beberapa masa, maka yang tampak di pusat tata surya kita saat ini hanya berupa sebuah batu permata raksasa.


Sumber : Forum

Friday, February 27, 2009

Helix Nebula

Spoiler for pic1:


Spoiler for pic2:


Spoiler for pic3:


Spoiler for pic4:


Sumber : Forum

Saturday, January 24, 2009

Pantau Peubahan Iklim, Jepang Luncurkan Satelit

Image

Tokyo-Jepang meluncurkan sejumlah satelit untuk memonitor gas rumah kaca jum’at (23/01) kemarin. Program ini adalah bagian dari misi mendorong usaha negara lain yang sedang mengembangkan program pembuatan satelit.

Peluncuran satelit dengan Roket H-2A ini lepas landas dari pulau kecil Tanegashima, 1000 kilometer selatan Tokyo. Peluncuran sempat tertunda dua hari karena cuaca buruk. Roket ini membawa satelit dengan jumlah paling besar dalam sejarah Jepang.

Satelit utama dijuluki Ibuki (berasal dari dari pengucapan ee-Book KEY), satelit ini memungkinkan para ilmuan menghitung densitas karbon dioksida dan metana dari 56000 lokasi di permukaan bumi. Jepang berharap hal ini akan memberikan sumbangan terhadap usaha global untuk menghambat perubahan iklim.

Pejabat Japan Aerospace Exploration Agency, Takashi Hamazaki mengatakan misi tersebut juga merupakan percobaan Jepang. Jepang meletakkan satelit tersebut bersebelahan dengan peluncuran satelit bisnis dalam menghadapi kompetisi dari Eropa, USA, Rusia, China dan India.

”Sekarang ini terdapat 280 stasiun di dunia yang memonitor kadar gas rumah kaca. Walau berlokasi di Eropa, Jepang dan Amerika Serikat, dan di bagian di dunia lainnya, banyak diantaranya yang tidak mempunyai stasiun observasi”, ujar Takashi Hamazaki.

India juga ikut memanaskan perlombaan misi ke luar angkasa dengan meluncurkan misi roket tak berawak ke bulan pada pertama kalinya bulan oktober 2008.

Jepang mengakui ini adalah satelit komersial pertama yang di pesan awal bulan ini. Agen Luar Angkasa Korea Selatan meminta Industri Alat Berat Mitsubishi untuk meluncurkan KOMsat-3, yang didesain untuk mengambil gambar bumi. Peluncurannya akan dilaksanakan tahun 2011 atau 2012



Sumber : Forum

Wednesday, January 21, 2009

Gerhana Matahari Cincin 26 Januari 2009


Dua peristiwa gerhana Bulan sudah pernah saya bahas, yaitu gerhana Bulan total pada Agustus 2007 dan gerhana Bulan sebagian pada Agustus 2008. Kali ini saya akan membahas gerhana Matahari yang akan terjadi dalam waktu dekat ini, yaitu Gerhana Matahari Cincin (GMC) tanggal 26 Januari 2009.
Secara umum, gerhana Matahari terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, sedemikian sehingga cahaya Matahari yang biasanya mengenai permukaan Bumi akan terhalang oleh Bulan (lihat gambar di bawah). Apabila seluruh piringan Matahari tertutup sempurna oleh Bulan, kita di Bumi akan menyaksikan terjadinya gerhana Matahari total (A). Sedangkan bila bagian tengah Matahari gelap tertutup Bulan namun bagian tepi piringannya masih dapat terlihat dari Bumi, berarti yang sedang terjadi adalah gerhana Matahari cincin.


Sketsa gerhana Matahari. Sumber: en.wikipedia.org



Namun tidak semua orang di Bumi dapat melihat fase total atau cincin setiap kali gerhana Matahari total atau cincin itu terjadi. Hanya sebagian kecil penduduk Bumi yang dapat melihatnya. Sementara kebanyakan orang hanya dapat melihat gerhana Matahari sebagian saja (C).

Lintasan Gerhana

Hari Senin tanggal 26 Januari 2009 nanti, kita yang berada di Indonesia beruntung karena mendapat kesempatan untuk menyaksikan peristiwa gerhana Matahari. Beberapa wilayah Indonesia bahkan dilewati oleh jalur gerhana Matahari cincin (lihat gambar di bawah). Jalur tersebut diketahui akan melintasi bagian selatan pulau Sumatera (Lampung dan sekitarnya), bagian barat pulau Jawa (Cilegon, Serang, Anyer, dan sekitarnya) dan bagian tengah pulau Kalimantan. Sedangkan pengamat di wilayah Indonesia lainnya hanya bisa menyaksikan gerhana Matahari sebagian. Jadi jika Anda ingin menyaksikan GMC, silakan datang ke tempat-tempat tersebut.


GMC 26 Januari 2009. Sumber:NASA Eclipse Web Site


Lalu kapan tepatnya peristiwa GMC itu berlangsung? Proses GMC itu akan diawali dengan tertutupnya piringan Matahari oleh Bulan pada pukul 15.21 WIB. Kemudian Matahari akan berubah menjadi bentuk sabit hingga akhirnya seluruh piringan Bulan sudah berada di dalam piringan Matahari. Inilah yang disebut dengan puncak GMC, yang akan terjadi pada pukul 16.40 WIB. Kita akan melihat Matahari berbentuk cincin selama sekitar 6 menit. Setelah itu Bulan mulai keluar dari piringan Matahari hingga pada pukul 17.52 WIB Bulan sudah benar-benar meninggalkan piringan Matahari sebagai tanda bahwa peristiwa GMC ini sudah berakhir. Jadi dari perhitungan di atas, berarti waktu yang kita miliki untuk melihat Bulan menutupi Matahari adalah sekitar 90 menit.

Simulasi di atas berlaku untuk pengamat yang berada di bagian selatan pulau Sumatera. Untuk di kota Semarang, Gerhana Matahari Sebagian akan mulai sekitar pukul 15.23 dan berakhir pada pukul 17.48 WIB. Animasi kenampakan kedua gerhana tersebut saya sertakan di bawah. Animasi ini dibuat dengan program Cartes du Ciel 2.76.

Ilustrasi GMC dari bagian selatan pulau Sumatera / Lampung



Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk melakukan pengamatan gerhana ini? Untuk itu, Anda harus mempersiapkannya dengan baik. Berikut saya jelaskan 3 hal penting yang harus diperhatikan dalam mempersiapkan pengamatan.

1. Cara pengamatan

Anda harus tahu cara yang aman dalam melakukan pengamatan Matahari. Pengamatan Matahari (gerhana atau tidak) tidak bisa dilakukan sembarangan. Karena energi yang dipancarkan Matahari begitu besar, mata kita dapat menjadi rusak (temporer atau bahkan kebutaan permanen) jika kita melihat Matahari secara langsung (mata telanjang) ataupun dengan alat bantu optik (teleskop, binokular, atau kamera). Ada setidaknya empat cara aman untuk mengamati Matahari, baik dalam keadaan gerhana atupun tidak. Silakan tentukan cara mana yang menurut Anda bisa Anda lakukan.

Pertama, melihat citra Matahari yang diproyeksikan ke kertas dari kamera lubang jarum (pinhole camera). Kamera ini bisa dibuat sendiri dengan mudah dan murah karena kita bisa buat sendiri dari benda-benda di sekitar kita.

Kedua, melihat citra Matahari yang diproyeksikan dari teleskop atau binokular. Cara ini juga murah dan sederhana untuk dilakukan jika kita mempunyai dan ingin menggunakan alat bantu optik (misalnya teleskop) untuk mengamati Matahari

Keempat, kita bisa membuat filter Matahari sederhana. Tapi, filter tersebut bukan untuk pengamatan dengan alat bantu optik seperti teleskop, binokular, atau kamera foto. Hanya untuk pengamatan dengan mata telanjang saja.

2. Lokasi pengamatan

Jika Anda sudah siap dengan peralatannya, tentukan lokasi yang akan Anda datangi untuk melakukan pengamatan. Jika Anda ingin mengamati GMC namun Anda tidak tinggal di daerah yang dapat melihatnya, tentunya Anda harus menyiapkan akomodasinya (transportasi dan penginapan) seawal mungkin. Ingat, GMC ini mungkin akan mengundang perhatian banyak orang dari seluruh dunia karena Indonesia adalah lokasi yang strategis. Ketidaknyamanan akibat kurang siapnya akomodasi sebaiknya tidak terjadi agar tidak menghambat Anda dalam melakukan pengamatan GMC.

Hal penting lainnya yang masih berkaitan dengan lokasi untuk melakukan pengamatan adalah lokasi tersebut haruslah memiliki langit sebelah barat yang bebas halangan (dari gedung, pohon, pegunungan, atau lainnya), karena gerhana nanti akan berlangsung di langit sebelah barat. Jika bisa, survey lokasi pengamatan sebelum hari-H akan memudahkan Anda dalam melakukan pengamatan nantinya.

3. Cuaca

Satu hal yang terpenting untuk diperhatikan di hari-H adalah masalah cuaca. Keberhasilan pengamatan gerhana nanti memang sangat bergantung pada cuaca lokasi. Namun kita tidak bisa berharap bahwa cuaca akan baik pada saat gerhana berlangsung. Jadi yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan terburuk, yaitu saat turun hujan deras. Peralatan yang kita bawa harus bebas dari resiko basah terkena hujan. Lengkapi bawaan kita dengan sejumlah tas plastik besar (trash bag) sebagai antisipasi darurat kala hujan turun tiba-tiba.



Sumber : Forum

10 misteri di luar angkasa

1. Tabrakan Antar Galaksi
galaksi dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi Bima Sakti kita.

2. Quasar
Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat. Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat besar sekali di dalam jantung galaksi jauh.

3. Materi Gelap (Dark Matter)
materi gelap (dark matter) merupakan penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai dari neotrino berat hingga invisible black hole.

4. Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)
Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya menjalar dalam kecepatan cahaya

5. Energi Vakum
Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan, ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual” yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan.

6. Mini Black Hole
Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar, maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing berukuran sebesar inti atomik.

7. Neutrino
Neutrino merupakan partikel elementer yang tak bermassa dan tak bermuatan
yang dapat menembus permukaan logam. Beberapa neutrino sedang menembus tubuhmu saat membaca tulisan ini. Partikel “phantom” ini diproduksi di dalam inti bintang dan ledakan supernova.

8. Ekstrasolar Planet (Exoplanet)
Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200 ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi kedua tampaknya belum berhasil.

9. Radiasi Kosmik
Radiasi ini disebut juga Cosmic Microwave Background (CMB) yang merupakan sisa radiasi yang terjadi saat Big Bang melahirkan alam semesta. Pertama kali dideteksi pada dekade 1960 sebagai noise radio yang nampak tersebar di seluruh penjuru alam semesta.

10. Antimateri
eperti sisi jahat Superman, Bizzaro, partikel (materi normal) juga mempunyai versi yang berlawanan dengan dirinya sendiri yang disebut antimateri. Sebagai contoh, sebuah elektron memiliki muatan negatif, namun antimaterinya positron memiliki muatan positif. Materi dan antimateri akan saling membinasakan ketika mereka bertabrakan dan massa mereka akan dikonversi ke dalam energi melalui persamaan Einstein E=mc2. Beberapa desain pesawat luar angkasa menggabungkan mesin antimateri.


Sumber : Forum