Sunday, May 10, 2009

die hard 4 in real

Barusan ini telah terjadi kejadian yang mengejutkan di estonia negara yang sistem kehidupannya sudah online ! disana terjadi hack besaran2 serangan besar2an terhadap negara Estonia, mirip die hard 4.0 . Yang diserang adalah sistem komunikasi dan informasi negara itu, termasuk didalamnya Lampu Merah, PLN, PAM, saluran Elpiji lewat pipa, dsb. Dengan kata lain, aksi ini dilakoni oleh hacker-hacker yang berpengalaman dan botnet2.



serangan ini diprakarsai oleh Hacker Rusia. Hacker beretnis Rusia ini dihukum berkaitan dengan adanya serangan cyber yang melanda Estonia tahun lalu. Serangan cyber ini diduga kuat turut didalangi oleh Rusia, mantan penjajah Estonia pada masa lalu.

"Dmitri Galushkevic adalah hacker pertama yang dihukum karena melancarkan serangan cyber besar-besaran pada situs-situs Estonia," ungkap Gerrit Maesalu, juru bicara kejaksaan di utara Estonia, seperti dikutip detikINET dari AFP, Kamis (24/1/2008).

Serangan Galushkevic ini hanyalah bagian dari serangan berskala besar yang melanda Estonia itu untuk memprotes kebijakan Perdana Menteri Andrus Ansip. Protes terjadi karena Ansip membongkar sebuah monumen tentara Rusia dari ibu kota Estonia, Stallin.

Sejak patung yang dianggap bernilai penting bagi orang Rusia ini dipindahkan, hubungan antara Estonia dan Rusia terus memburuk. Bahkan diduga kuat, Rusia turut menjadi dalang serangan cyber ke Estonia tersebut berkenaan dengan kejadian ini.

Menurut investigasi pihak Estonia, kebanyakan tersangka dipercaya ada di Rusia. Bahkan, komputer pemerintah Rusia di Kremlin diduga jadi sumber serangan pada beberapa server Estonia. Namun pihak Rusia membantah terlibat pada serangan ke Estonia ini.


demo di istonia

stelah itu, Pemerintah Estonia, Kamis, mengungkapkan rencana untuk meningkatkan keamanan mayanya, setelah serangan terhadap prasarana internetnya yang dituduh dilakukan oleh orang Rusia yang marah karena Estonia membongkar patung era-Uni Sovyet.

Estonia menghadapi serangan terhadap web site swasta dan pemerintah pada April dan Mei, setelah setelah monumen Tentara Merah dibongkar dari satu lapangan di Stallin. Pembongkaran monumen tersebut mengakibatkan kerusuhan selama dua malam oleh etnik Rusia.

menanggapi hal tersebut, pemerintah AS mempersiapkan diri membentengi jaringan cybernya. Serangan cyber dapat dengan sekejap menghantam suatu negara, tak terkecuali bagi negara adidaya Amerika Serikat. FBI pun turun tangan dan mengeluarkan peringatannya.

Shawn Henry, asisten direktur divisi cybercrime FBI dalam sebuah konferensi pers di New York mengungkapkan, serangan komputer bisa menjadi ancaman terbesar bagi keamanan nasional. Bahkan kekhawatiran terhadap serangan cyber berada di bawah ancaman bom nuklir dan senjata berat.


peta estonia (tetangga rusia tuh)


bener juga neh artikel


link : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1418600

0 comments:

Post a Comment